DOGIYAI – AWIIPAPUA,Com.Gerakan Solidaritas Mahasiswa Indonesia (IPMADO) yang terdiri dari Pelajar dan mahasiswa asal Dogiyai menggelar aksi demonstrasi menolak kehadiran militer di Dogiyai, Papua, pada Jumat siang (10 Juli 2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun,para demonstran dari empat distrik, yakni Kamuu Timur, Kamuu Utara, Kamuu Selatan, dan Dogiyai, mulai berkumpul dan menyampaikan orasi sejak pukul 20.00 WIT, sebelum bergerak menuju halaman kantor bupati Dogiyai. Para demonstran mengusung tema utama, “Dogiyai Adalah Zona Darurat Militer dan Krisis Kemanusiaan.”
Dalam salah satu selebaran aksi tertulis, “Tolak Kehadiran Militer di Dogiyai, Presiden Prabowo dan Panglima TNI Harus Segera Menghentikan Pengiriman Personel Militer Non-Organik ke Dogiyai dan Papua Secara Umum.”
Pelajar dan mahasiswa IPMADO juga mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menarik jumlah pasukan militer, baik organik maupun non-organik, yang dinilai berlebihan di Papua.
“Penolakan terhadap militerisasi di Dogiyai,Papua bertujuan untuk menghentikan operasi militer yang justru dianggap memicu kekerasan dan menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil Papua,” pernyataan Koordinator Wakil Bidang Wilayah Tim Koordinasi Pimpinan Daerah Tipex.
Mahasiswa dan masyarakat Dogiyai juga menekankan perlunya penghentian ancaman terhadap ruang hidup warga sipil serta mata pencaharian masyarakat adat. Mereka menyerukan agar Presiden Prabowo beserta jajarannya menyelesaikan akar permasalahan tanah di Papua melalui jalur dialog.


