DRAMATIS! Yokago Pudu FC Juara Turnamen Sepak Bola “Ipmanapandode” Usai Adu Penalti, Yepoda FC Puas di Posisi Runner-Up

DEIYAI – AWIIPAPUA,Com.Puncak kemeriahan Turnamen Sepak Bola “Ipmanapandode” Se-Jawa dan Bali (Yogyakarta-Solo Cup) berakhir dengan drama adu penalti yang menegangkan di Lapangan Yuwonotaida, Kampung Bomou, Kabupaten Deiyai, pada Sabtu (29/8/2026).

Partai final mempertemukan dua tim kuat, Yepoda FC melawan Yokago Pudu FC. Selama 90 menit waktu normal, kedua tim bermain imbang dengan skor tipis 1-1. Karena tidak ada pemenang yang tercipta hingga peluit panjang berbunyi, pertandingan dilanjutkan dengan babak adu penalti (penalty shootout) untuk menentukan juara.

Dalam sesi adu penalti yang penuh tekanan, Yokago Pudu FC menunjukkan ketenangan dan eksekusi yang lebih akurat. Mereka berhasil mengalahkan lawannya dengan skor akhir 6-5. Dengan kemenangan ini, Yokago Pudu FC resmi dinobatkan sebagai Juara 1, sementara Yepoda FC harus puas meraih posisi Runner-Up (Juara 2).

Uniknya, panitia pelaksana memutuskan untuk tidak memberikan juara 3 dan 4, dengan alasan untuk menghindari persaingan yang tidak sehat dan lebih mengutamakan persaudaraan antar-kampung. Sebagai konsekuensinya, panitia juga memutuskan bahwa tidak ada pemberian hadiah uang atau piala khusus untuk para pemenang. Keputusan ini diambil untuk menekankan bahwa esensi turnamen adalah silaturahmi, bukan materi.

Dalam sambutannya, Panitia Pelaksana menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh masyarakat Meeuwodide (Tanah Deiyai). Mereka menegaskan bahwa event seperti ini akan terus diadakan di masa depan sebagai wadah pemersatu.

“Kami mengajak setiap kampung untuk menjaga kesatuan dan persatuan. Jangan jadikan kekalahan sebagai alasan untuk memusuhi sesama. Jaga kekompakan, tunjukkan skill terbaik kalian, dan teruslah berlatih. Siapa tahu, dari lapangan sederhana di Deiyai ini, lahir pemain-pemain yang bisa bersaing di liga level atas nasional,” ujar perwakilan panitia.

Panitia juga berpesan agar para pemain senantiasa menjaga kesehatan fisik dan mental, serta fokus pada pengembangan bakat di negeri tercinta.

Usai pertandingan, suasana semakin hangat dengan tradisi “Alas Tikar” atau ” Ebamukai ” (makan bersama di atas tikar). Kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan dan dukungan moral bagi para mahasiswa alumni Yogyakarta-Solo yang sedang menempuh studi di luar daerah, khususnya dalam rangka menyambut perayaan Natal nanti.

Salah satu tokoh alumni, Eneas Yobee, yang hadir menyaksikan langsung di Lapangan Yuwonotaida, memberikan apresiasi tinggi atas kelancaran turnamen.

“Saya sangat bangga melihat antusiasme masyarakat Deiyai. Turnamen ini berjalan lancar berkat kerja keras semua pihak. Ini adalah bukti bahwa anak-anak muda kita punya energi positif yang besar,” ungkap Eneas Yobee.

“Segala jerih payah kami sebagai mahasiswa tidak kami harap balasan berupa materi. Yang memiliki segalanya adalah Tuhan Yesus. Kiranya Dia memberkati kita semua, para pemain, penonton, dan seluruh masyarakat Deiyai,” tutup panitia dengan penuh haru.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *