DOGIYAI – AWIIPAPUA,Com.Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, O.S.A., memimpin rangkaian doa pemberkatan Goa Bunda Maria di Paroki Santa Maria Ratu Rosari, Idakebo, Distrik Kamtara. Dalam momen khidmat tersebut, Mgr. Bernardus menyampaikan renungan mendalam tentang urgensi doa sebagai fondasi utama kehidupan umat beriman di tengah tantangan zaman.
Menghadiri ratusan umat yang berkumpul di halaman gereja, Uskup Bernardus menekankan bahwa keberadaan fisik gedung gereja dan Goa Maria tidak akan memiliki makna tanpa diisi dengan semangat doa yang tulus.
“Hidup kita ini ada karena doa. Jangan pernah lupa untuk berdoa, karena doa adalah napas bagi jiwa kita,” ujar Mgr. Bernardus dalam homilinya.
Uskup mengajak umat untuk meneladani sosok Bunda Maria yang senantiasa rajin berdoa dan rendah hati. Ia mengingatkan bahwa meskipun manusia hidup di era modern atau “zaman angkasa” di mana teknologi semakin canggih, kebutuhan akan komunikasi spiritual dengan Tuhan tetaplah mutlak.
“Bahkan orang-orang yang hidup di angkasa pun membutuhkan ketenangan dan keamanan, dan itu hanya bisa didapat melalui kedamaian batin yang lahir dari doa. Yesus sendiri mengajarkan kita untuk berdoa dalam segala situasi, baik dalam kesulitan maupun kesibukan. Kita harus belajar dari Bunda Maria: datang ke bait Allah dengan hati yang rendah, rajin berdoa, dan membuka diri bagi berkat Tuhan,” jelasnya.
Mgr. Bernardus juga menyoroti pentingnya memulai doa dari hal-hal kecil. “Kita mulai berdoa dari hati yang kecil, dari keheningan diri, untuk menghadirkan diri di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa. Gedung yang kita bangun dan Goa Maria yang kita dirikan ini harus menjadi tempat suci untuk beribadah, bukan sekadar bangunan estetis.”
Dalam penutup pesannya, Uskup Timika memberikan jaminan spiritual bahwa kekuatan doa mampu mengubah keadaan. Ia meyakinkan umat bahwa konsistensi dalam berdoa akan membawa dampak nyata bagi keamanan dan ketentraman wilayah.
“Jika kita rajin berdoa, jika kita memperbanyak doa, maka pasti Tanah Papua dan khususnya daerah Dogiyai ini akan menjadi aman dan tentram selalu. Doa adalah perisai kita agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Pemberkatan Goa Bunda Maria ini menjadi tanda dimulainya babak baru bagi pastoral di Paroki Idakebo, di mana umat diajak untuk tidak hanya membangun fisik gereja, tetapi juga membangun “gereja hidup” melalui kehidupan doa yang konsisten.


