DOGIYAI – AWIIPAPUA,Com.Ketua Panitia Peresmian Gedung Gereja Paroki Santa Maria Ratu Rosari di Idakebo, David Goo, S.Pd., secara tegas mengonfirmasi bahwa puncak acara peresmian akan tetap dilaksanakan sesuai jadwal pada Rabu, 7 Oktober 2026. Konfirmasi ini disampaikan untuk menghilangkan keraguan di tengah masyarakat terkait kesiapan teknis menjelang hari H.
Dalam keterangannya ketika Awak media menemui,David Goo menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas semangat gotong royong yang luar biasa dari seluruh umat Paroki Santa Maria Ratu Rosari Idakebo. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap kerja keras warga yang mampu menyelesaikan sebagian besar persiapan fisik maupun non-fisik hanya dalam waktu dua minggu terakhir.
“Sebagai Ketua Panitia, saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh umat Paroki. Dalam waktu singkat, yakni dua minggu saja, kita sudah berhasil menyiapkan banyak hal, baik dari segi kebersihan lingkungan gereja, dekorasi, hingga logistik pendukung. Ini adalah bukti kekuatan persatuan kita,” ujar David Goo.
David Goo juga tidak lupa memberikan penghargaan tinggi kepada berbagai pihak yang telah uluran tangan membantu kesuksesan acara ini. Ia menyebutkan dukungan signifikan dari Pemerintah Kabupaten Dogiyai, termasuk bantuan dana dan fasilitas.
Selain itu, solidaritas antarumat beragama juga terlihat jelas. David mencatat adanya bantuan konkret dari 22 Gereja KINGMI di Klasis Kamu Timur, serta dukungan dari rekan-rekan seiman dari Obano dan wilayah lainnya bahkan secara Perinduvu
“Ini bukan lagi sekadar acara umat Katolik, tetapi menjadi milik bersama. Terima kasih kepada Pemkab Dogiyai, rekan-rekan dari KINGMI Klasis Kamu Timur, Obano, dan semua pihak yang telah membantu. Dukungan Anda membuktikan bahwa di Dogiyai, kita hidup dalam persaudaraan yang nyata,” tambahnya.
Menyinggung soal kondisi fisik gedung dan area sekitar yang mungkin belum selesai 100 persen, David Goo menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan mengganggu jalannya upacara peresmian. Panitia berkomitmen untuk menyelesaikan sisa pekerjaan dalam beberapa hari ke depan.
“Biarpun secara teknis persiapan belum mencapai angka 100 persen sempurna, namun esensi dari peresmian adalah kehadiran Tuhan dan umat. Kami yakin, dengan sisa waktu yang ada, kami bisa merampungkan detail-detail akhir. Oleh karena itu, kegiatan tetap akan kami laksanakan pada 7 Oktober besok tanpa penundaan,” pungkasnya dengan nada optimis.
