KNPB  

Ketua KNPB Dogiyai Bantah Tuduhan Keterlibatan dirinya dan Libatkan Anak di Bawah Umur dalam Aksi Penolakan Militer

IMG-20260711-WA0017(1)
1783718348600

DOGIYAI – AWII PAPUA,Com. Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Dogiyai membantah keras tuduhan dari Polres Dogiyai terkait keterlibatannya dalam mengerahkan anak-anak di bawah umur pada aksi penyampaian aspirasi penolakan terhadap dropping atau penambahan personel militer di Kabupaten Dogiyai, Jumat (10/7/2026).

Menanggapi Tuduhan Dari polres Dogiyai yang beredar di tengah masyarakat, KetuaKNPB Hernes Madai,menegaskan bahwa kehadirannya dalam momentum tersebut murni sebagai Pemuda Dogiyai biasa yang sedang menjalankan hak konstitusionalnya. Ia merujuk pada Pasal 28E dan Pasal 28F Undang-Undang Dasar 1945, serta Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat.

“Tuduhan ini tidak berdasar dan sangat provokatif terhadap rakyat. Tidak ada keterlibatan sengaja dari pihak KNPB maupun anak-anak di bawah umur dalam aksi tersebut. Seluruh kegiatan murni dikoordinir oleh Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) se-Indonesia,” tegasnya dalam keterangan resmi.

Pernyataan ini keluar setelah muncul tudingan miring yang menyebut adanya eksploitasi anak dalam demonstrasi yang berlangsung sejak malam hari hingga dini hari. KNPB menekankan bahwa organisasi mereka tidak pernah mengeluarkan instruksi untuk melibatkan elemen anak-anak dalam aksi politik atau penolakan militerisasi.

Sementara itu, IPMADO sebelumnya telah merilis pernyataan sikap yang berisi 18 tuntutan, termasuk penarikan total militer organik dan non-organik dari Dogiyai serta penghentian penggunaan fasilitas publik seperti sekolah dan tempat ibadah sebagai pos militer.

Klarifikasi ini diharapkan dapat meluruskan persepsi publik dan mencegah terjadinya polarisasi atau stigmatisasi lebih lanjut terhadap organisasi masyarakat sipil di wilayah Dogiyai.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *