NABIRE – AWIIPAPUA,Com.Gelombang optimisme baru bagi perekonomian Papua Tengah digaungkan oleh Fabianus Tigi dalam sebuah acara Seminar sekaligus Reuni Komunitas Alumni Angkatan 17 Papua Tengah. Acara yang berlangsung pada Rabu-Kamis (17-18 Juli 2026) ini mengangkat tema strategis: “Strategi yang Efektif Mengembangkan Ekonomi Individu dan Kelompok Ekonomi Daerah Papua”, dengan moto semangat: “Ton Bikin, Kasih Jadi!” (Kita Buat, Kita Jadikan Nyata).
Dalam sesi utamanya, Fabianus Tigi membawakan materi bertajuk “Pengembangan Usaha Bisnis Anak Muda dalam Perkembangan Global Berbasis UMKM di Papua Tengah”. Ia menekankan bahwa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bukan sekadar sektor pelengkap, melainkan tulang punggung pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya di Papua Tengah yang memiliki potensi sumber daya alam melimpah namun belum terkelola secara optimal.
Tigi menyoroti bahwa era digitalisasi telah meruntuhkan sekat geografis. “Peluang usaha kini tanpa batas wilayah. Papua Tengah memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, namun kuncinya ada pada pemanfaatan optimal. Anak muda harus menjadi agen perubahan utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui inovasi,” tegasnya.
Ia memaparkan peta kekayaan alam Papua Tengah yang siap dikomersialkan:
• Sektor Perikanan: Tuna, Cakalang, Udang, dan berbagai jenis ikan laut lainnya.
• Sektor Pertanian & Perkebunan: Kopi Arabika premium, Kakao, dan Sagu sebagai pangan lokal strategis.
• Sektor Peternakan: Babi, Ayam, dan Sapi.
• Sektor Pariwisata: Keindahan pantai, pulau-pulau eksotis, dan danau alami yang belum banyak tersentuh.
Menurut Tigi, peran anak muda Papua Tengah harus bergeser dari sekadar pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Mereka diharapkan menjadi:
1. Wirausaha Muda: Yang berani mengambil risiko dan menciptakan nilai tambah.
2. Pelopor Inovasi: Yang mampu mengolah bahan baku lokal menjadi produk bernilai tinggi.
3. Penggerak Ekonomi Kreatif & Teknologi: Yang memanfaatkan alat digital untuk efisiensi dan pemasaran.
Namun, Tigi juga jujur mengakui tantangan yang dihadapi. Secara internal, pemuda sering terkendala modal usaha terbatas, minimnya pengalaman manajemen, dan rendahnya literasi keuangan. Secara eksternal, mereka menghadapi persaingan global yang ketat, infrastruktur yang masih terbatas, serta akses pasar yang sempit.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, Tigi menawarkan solusi konkret berupa pelatihan kewirausahaan, pematangan manajemen usaha, dan peningkatan literasi digital. Ia mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan platform digital seperti Facebook, Instagram, TikTok, WhatsApp Business, dan berbagai marketplace.
“Dengan digitalisasi, jangkauan pasar menjadi lebih luas, promosi lebih efektif, dan penjualan dapat meningkat drastis. Produk lokal tidak lagi hanya dikenal di kampung halaman, tapi bisa menjangkau pasar nasional hingga global,” jelasnya.
Tigi memperkenalkan model bisnis sederhana namun powerful:Potensi Lokal → Produksi & Branding → Pemasaran Digital → Pasar Nasional → Pasar Global.
Contoh produk unggulan yang potensial antara lain: Kopi Papua, Noken khas Papua, kerajinan kayu unik, produk olahan ikan (seperti abon atau ikan asap), serta produk turunan sagu. Kuncinya adalah pada branding yang kuat dan cerita (storytelling) yang menarik bagi konsumen modern.
Terakhir, Tigi menekankan bahwa kesuksesan UMKM tidak bisa dicapai sendiri. Diperlukan strategi kemitraan dengan:
• Pemerintah Daerah (untuk regulasi dan fasilitasi).
• Perbankan (untuk akses modal).
• Perguruan Tinggi (untuk riset dan pendampingan).
• BUMN dan Sektor Swasta (untuk perluasan pasar dan transfer teknologi).
Tujuan akhir dari kolaborasi ini adalah meningkatkan pendapatan masyarakat, menambah jumlah UMKM baru, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan, serta mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat Papua Tengah.
Acara ini ditutup dengan semangat kolektif bahwa dengan inovasi, kerja keras, dan pemanfaatan teknologi, anak muda Papua Tengah siap membawa daerahnya maju dan berdaya saing di tingkat global. “Ton Bikin, Kasih Jadi!” bukan sekadar slogan, tapi janji aksi nyata yang titipkan oleh A. 17 Meewodie.
